semoga kita minal 'aidin wal faizin. Amin!

ini di bawah semua di grab dari putuss_jia_you@yahoogroups.com...
tanks alot buat Rizki adrianto,...

semoga kita minal 'aidin wal faizin. Amin!
mohon maaf lahir batin

Agung_ismantriono & keluarga
===================================

cuma mao benerin ejaan doang,
yang bener minal 'aidin wal faidzin
bukan minal adzin wal faidzin

lagipula ucapan yang baik di hari idul fitri sebenarnya :

taqabbalallahu minna wa minkum

(Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda)
shiyamana wa shiyamakum

(puasa kami dan puasa anda)

kullu 'amin wa antum bi khoir

(semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan)

sedanglan minal aidin wal faidzin artinya :

(Semoga anda termasuk (bagian dari) orang-orang yang kembali kepada fitrah kesucian dan termasuk (bagian dari) orang-orang yang mendapatkan kemenangan)

referensi :

Awas! Minal Aidin wal-Faizin


Manakah diantara kalimat-kalimat di bawah ini yang benar?

Minal 'aidin wal faizin, mohon maaf lahir-bathin
Mohon maaf lahir-bathin, minal 'aidin wal faizin
Semoga kita dimaafkan minal 'aidin wal faizin
Semoga kita minal 'aidin wal faizin
Semua benar.
Kalau kita tadi menyoal tentang asal kata Ied (masdar atau kata dasar dari 'aada=kembali) , sekarang kita mencoba untuk membongkar asal kata 'Aidin dan Faizin. Darimana sih mereka?

'Aidin itu isim fa'il (pelaku) dari 'aada. Kalau anda memukul (kata kerja), pasti ada proses "pemukulan" (masdar), juga ada "yang memukul" (anda pelakunya). Kalau kamu "pulang" (kata kerja), berarti kamu "yang pulang" (pelaku). Pelaku dari kata kerja inilah yang dalam bahasa Arab disebut dengan isim fa'il.

Kalau si Aidin, darimana? 'Aidin atau 'Aidun itu bentuk jamak (plural) dari 'aid, yang artinya "yang kembali" (isim fa'il. Baca lagi teori di atas). Mungkin maksudnya adalah "kembali kepada fitrah" setelah berjuang dan mujahadah selama sebulan penuh menjalankan puasa.

'aada = ia telah kembali (fi'il madhi).
Ya'uudu = ia tengah kembali (fi'il mudhori)
'audat = kembali (kata dasar)
'ud = kembali kau! (fi'il amr/kata perintah)
'aid = ia yang kembali (isim fa'il).
Kalau si Faizin?

Si Faizin juga sama. Dia isim fa'il dari faaza (past tense) yang artinya "sang pemenang". Urutannya seperti ini:

Faaza = ia [telah] menang (past tense)

Yafuuzu = ia [sedang] menang (present tense)

Fauzan = menang (kata dasar).

Fuz = menanglah (fi'il amr/kata perintah)

Fa'iz = yang menang.

'Aid (yang kembali) dan Fa'iz (yang menang) bisa dijamakkan menjadi 'Aidun dan Fa'izun. Karena didahului "Min" huruf jar, maka Aidun dan Faizun menyelaraskan diri menjadi "Aidin" dan "Faizin". Sehingga lengkapnya "Min Al 'Aidin wa Al Faizin". Biar lebih mudah membacanya, kita biasa menulis dengan "Minal Aidin wal Faizin".

Lalu mengapa harus diawali dengan "min"?

"Min" artinya "dari". Sebagaimana kita ketahui, kata "min" (dari) biasa digunakan untuk menunjukkan kata keterangan waktu dan tempat. Misalnya 'dari' zuhur hingga ashar. Atau 'dari' Cengkareng sampe Cimone.

Selain berarti "dari", Min juga mengandung arti lain. Syekh Ibnu Malik dari Spanyol, dalam syairnya menjelaskan:

Ba'id wa bayyin wabtadi fil amkinah

Bi MIN wa qad ta'ti li bad'il azminah

Maknailah dengan "sebagian", kata penjelas dan permulaan tempat-

-Dengan MIN. Kadang ia untuk menunjukkan permulaan waktu.

Dari keterangan Ibnu Malik ini, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa MIN pada MIN-al aidin wal faizin tadi menunjukkan kata "sebagian" (lit-tab'idh) . Jadi secara harfiyah, minal 'aidin wal-faizin artinya: BAGIAN DARI ORANG-ORANG YANG KEMBALI DAN ORANG-ORANG YANG MENANG. Nah, pusing kan?

Tunggu dulu. Sabar, napa?

Kalimat di atas adalah kalimat doa. Baik dalam Al-Quran dan Hadis banyak kalimat-kalimat seperti itu yang menunjukkan doa kepada yang bersangkutan. Kita sering menambahi julukan kepada orang yang sudah wafat dengan tambahan "almarhum" yang artinya "yang dirahmati" (terserah orang tersebut rajin sholat atau gak pernah sama sekali). Sebab, itu hanya doa dan pengharapan "semoga ia dirahmati oleh Allah, diberikan kasih sayang-Nya di alam barzakh hingga hari Kiamat".

Akan halnya dengan minal 'aidin wal-faizin, ini juga doa: "Semoga anda termasuk (bagian dari) orang-orang yang kembali kepada fitrah kesucian dan termasuk (bagian dari) orang-orang yang mendapatkan kemenangan". Amin.

Duh indahnya Islam. Sama orang yang nggak puasa saja, sempet-sempetnya kita doain yang bener.

Kesimpulannya?

Ya simpulkan saja sendiri. Yang jelas Minal Aidin tidak ada hubungannya dengan Mohon maaf lahir dan bathin. Menggunakan kalimat a, boleh. Memakai kalimat b, silakan saja. Tapi sekali lagi, mohon maaf lahir bathin itu bukan arti minal aidin. Asal jangan memilih c, karena minal aidin tidak pernah bisa memaafkan orang. Tapi pilihan saya adalah d, ini yang paling shahih.

Akhirnya, semoga kita minal 'aidin wal faizin. Amin!

Kairo, 7 November 2005

1 comment:

dodY said...

selamat hari raya idul fitri. mohon maaf lahir dan batin. semoga amal ibadah kita diterima Allah... paling aman pake bhs indonesia :D

Popular Posts