*20090518 tendean - blok m*

seperti biasa,..
ku pulang naik mercy 3 pintu, 24 jendela...

tidak penuh dan juga juga kosong, tapi entah kenapa ku ingin berdiri.
*pegang dagu...

mungkin karena seharian sudah duduk di depan pc,
dan nanti di rumah akan ketemu tukik lalu duduk manis lagi...

menatapnya hingga larut malam ^^...

lagi pula dengan berdiri lebih banyak yang bisa ku amati,
dari pada cuman duduk lalu autis sendiri ^^

...

yah mungkin itu alasan ku ingin berdiri,
sendiri,
tidak lari2...

saat naik,
suara itu ada disana..

AHA!.. pengamen yang biasa!....

biasa menemani perjalanan pulang saat macet berkepanjangan
dan suaranya memang enak di dengar.. -seperti biasa...
dan seperti biasa pula, ku ikut berdendang tapi tetap gak tau judul lagunya hhehehhe ^^a

tak sengaja mataku memicing,
ku lihat dari sudut mata ku sebuah kaki bergerak mengikuti irama,
terlihat senang,
tanpa ada beban karena habis berjalan jauh..

*Keren Ann - Polly.mp3

sepeti kubilang sebelumnya,
lagu enak plus dinyanyikan dengan suara yang bagus,
agh senangnya... ^^

sempat beberapa kali ku hilang kendali menyanyikan lagu itu di dalam hati...
cikidam cikidam.... didu didu didam ....

begitu juga kaki itu, bergerak ke kanan dan kekiri tanpa henti...

namun tak lama kemudian lagu itu hilang,
berhenti,
lenyap dari gendang telingaku..

dan pada saat itu pula kuintip kaki itu dari lengan bajuku...

ia berhenti...
tidak bergerak,
diam ter-paku...

jangan2 terlu senang hingga lupa daratan lalu menginjak paku beneran???...
hehehehe suram!

tampak terlihat ke-kecewaan di kaki itu,
kecewa karena berhenti di saat yang tidak tepat

saat sel otaknya me-merintahkan si kaki untuk bergerak cepat dan bergerak tidak beraturan, di saat itu pula si-pemicu kesenangan itu berhenti....

berhenti karena memang sudah saatnya...

....

hahahhaa...
tampaknya siapa pun pemilik kaki itu, sama seperti diriku...
tak tau lagu,
tak tau irama,
tapi ingin terus berdendang bersama...
hahahhaaha tak tau malu....
hahahhaaha biarlah...

.....

lagu ke dua pun begitu...
kaki itu bergerak tak menentu....
mengikuti instrusi otaknya yang senang tak terkira...

tapi kali ini ku tak berdendang mengikutinya...
karena ku tau itu akan berakhir...
berakhir tanpa ada tanda yang kutau...
karena sungguh kali ini ku tak tau lagunya....
hahahha...

lamat2 suara lagu hilang, lenyap.
lenyap melebur berubah menjadi rasa penasaran untuk melihat siapa si pemilik kaki yang begitu bergembira...

kalau di lihat sekilas,
si kaki seperti habis menempuh perjalanan jauh,
lebih jauh dari pangkalan mercy yang ku naiki ini...
yah setidaknya itu yang ada di jidad ku pada saat pertama kali melihatnya...

dari posisi ku berdiri memang di butuhkan usaha ekstra untuk bisa melihat wajah si pemilik kaki riang itu...
dan sungguh, ingin ku lihat dia dari lengan baju ku ini...

namun kali ini rasa penasaranku terusik.. -lagi!

belum sempat ku melihat wajahnya, tangannya sudah menarik perhatianku..
tangan itu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya,
terlihat beberapa lembar uang berwana biru , tampak kusut tercecer sekenanya...

lalu di rapikannya lembaran biru itu satu persatu...
satu- per- satu...

di lipatnya rapi2 lembaran biru itu,
dan di sisihkan beberapa lembar yang kemudian di masukannya kembali ke dalam saku,

*dewa - Kasidah Cinta.mp3

kalau dari caranya melipat, orang pun akan tau
orang ini akan memberikan harta terbaik yang di milikinya buat si suara hati,
suara yang membuat si kaki bergerak tidak berhenti kesana kemari...

"waaaah semoga apa yang kulihat dan kurasakan benar, dan semoga yang kau sisihkan itu berkah wahai siapapun itu hai pemilik kaki yang bergembira"

...

tak lama setelah itu, lagu pun usai...
lagi2 tanpa tanda yang ku tau bahwa lagu akan usai...

kali ini hanya terdengar samar-samar si seniman mengucapkan kata perpisaah sebagai syarat untuk sebuah penutupan....

dan tak sempat juga ku lihat wajah si pemilik kaki yang berbahagia itu...
karena kaki berdendang dan tangan dengan lembaran harta terakhir, lebih menarik dari apapun yang ada di dalam mercy itu..
hahahahhha...

si seniman datang mendekat,
sengaja ku tak angkat muka ini, kutatap lekat tangan yang menggenggam erat si lebaran biru.

"harta itu akan di lepaskan karena sang seniman berhasil membuatnya gembira"

dan di saat si pemilik kaki ingin menyerakhan harta terbaiknya...

....

terdengar jelas di telinga kiriku....
"egh rambut lu kemana.. kayaknya dulu gak kaya gitu"
ucap sang seniman kepada si pemilik kaki...

dapat surprise saat akan memberi surprise

kyaaaaa....
hilang suara indah di jidad,
hilang gambar kaki berdendang riang,
hilang sudah semuanya...
kyaaaaaaa....

-stop saya turun disini!-

"hai pemilik kaki yang bergimbira dan bersuka cita, semoga apapun yang kau lakukan itu ikhlas adanya"

merdeka! ^^ :beer:


*20090518 tendean-blokm*

CO.CC:Free Domain




No comments:

Popular Posts