Romantis ku, romantismu

Dari seorang sàhabat... Semoga bisa memiliki kesempatan séperti íni...

Romantisku,
Romantismu!
****
Romantis itu…
Ketika malam tinggal sepertiga,
seorang istri terbangun. Ia
berwudhu, menunaikan shalat dua
rakaat. Lalu membangunkan
suaminya. “Sayang… bangun…
saatnya shalat.” Maka mereka
berdua pun tenggelam dalam
khusyu’ shalat dan munajat.
Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan,
“Sebentar lagi adzan, Sayang…”
Lalu sang suami melangkah ke
masjid, menunaikan tahiyatul
masjid. Tak ketinggalan ia
menunaikan dua rakaat fajar. Maka
ia pun menjadi pemenang; lebih
baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang
istri menciumnya sambil membisik
mesra, “Hati-hati di jalan, baik-
baik di tempat kerja sayang… kami
lebih siap menahan lapar daripada
mendapatkan nafkah yang tidak
halal”
Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak,
tetapi keduanya saling mendoakan
di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah
cinta kami, jadikanlah pasangan
hidup dan buah hati kami penyejuk
mata dan penyejuk hati,
tetapkanlah hati kami dalam
keimanan, teguhkanlah kaki kami di
jalan kebenaran dan perjuangan,
ringankanlah jiwa kami untuk
berkorban, maka mudahkanlah
perjuangan dan pengorbanan itu
dengan rezeki halal dan berkah
dariMu”
Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat
istirahat ia sempat menghubungi
istrinya. Mungkin satu waktu
dengan menghadirkan suara.
Mungkin hari lainnya dengan WA
dan SMS cinta. “Apapun makanan
di kantin kantorku, tak pernah bisa
mengalahkan masakanmu.” Lalu
sang istri pun membalasnya,
“Masakanku tak pernah senikmat
ketika engkau duduk di sebelahku.”
Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja,
sang suami sangat rindu untuk
segera pulang ke rumah dan
bertemu istrinya. Pada saat yang
sama, sang istri merindukan
belahan jiwanya tiba.
Romantis itu…
Ketika suami mengucap salam,
sang istri menjawabnya disertai
senyuman. Bertemu saling
mendoakan. Tangan dicium, pipi
dikecup bergantian.
Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri
menyambutnya dengan wajah cerah
dan bibir merekah. Maka hilanglah
segala penat dan lelah. Beban kerja
di pundak mendadak menghilang,
terbang.
Romantis itu…
Ketika syukur selalu menghiasi
makan bersama. Meski menu
sederhana, nikmat begitu terasa,
keberkahan pun memenuhi seluruh
keluarga.
Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar
anak mengaji. Meski telah ada TPQ,
sang ayah dan sang ibu tidak
berlepas diri dari tanggungjawab
mencetak generasi Rabbani. Kelak,
merekalah yang mendoakan sang
orang tua, saat perpisahan
selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika sang istri tidak berat
melepas suami. Keluar rumah di
malam hari. Untuk mengaji, atau
aktifitas dakwah dan tarbiyah.
Sebab sang istri ingin suaminya
menjadi imam baginya, juga
bermanfaat bagi Islam dan
umatnya..

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Popular Posts