Semoga...

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.
"Yah, beras sudah habis loh..." ujar isterinya.
Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah,
"Ayah..., besok Agus harus bayar uang praktek".
"Iya..." jawab sang Ayah.
Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.
Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam,
"besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah" sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.
Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar,
"jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya".

1821

Menikmati Program 1821?
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Auladi.net | Fanspage Yuk-Jadi Orangtua Shalih | twit @abahihsantea
Apa itu program 1821? Program 1821 adalah program yang "menyengaja" orangtua untuk fokus dengan anak.
Di program 1821 ini suami-istri, orangtua-anak, berinteraksi secara full, mematikan segala jenis kotak: handphone, tv, laptop, kompor, mesin cuci! Entah nanti jika benda-benda ini berubah bentuk jadi tidak kotak.
Program 1821 artinya dari jam 18.00 sampai 21.00 sampai menjelang anak tidur, tidak ada lagi sambil-sambilan lagi ngurus anak dan keluarga. Sambil masak, sambil nyuci, sambil setrika, sambil buka laptop, hp, tv. Kecuali, alat-alat itu jadi sumber belajar. Itu pun sesekali. Jika seringkali bisa jadi itu tanda-tanda kita gak ngurus anak karena hanya meng-outsourcingkan anak kepada laptop, hp dan tv.
Yang belum tahu program 1821 baca lengkap tulisannya di sini: https://m.facebook.com/ParentingSchool/posts/10153296846034029
Apa saja yang dapat dilakukan pada saat 1821? Tidak mungkin kok kita kehabisan ide. Yang masih bingung, jangan khawatir, itu lebih karena sebagian kita belum terbiasa FOKUS.
Fokus itu kata kunci, alias tidak sambil-sambilan. Mencari ide itu jauh lebih ringan daripada melawan musuh terbesar 1821: tidak fokus.

Musuh terbesar mendidik anak


Sepatu

Kakek dengan sepatunya

Seorang bapak tua hendak menaiki bus, pada saat ia menginjakkan kakinya ketangga bus, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan.
Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak, sehingga si bapak tua tdk bisa memungut sepatu yg terlepas tadi.
Dengan tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkan nya keluar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu dan bertanya kepada si bapak tua, ”Mengapa bapak melemparkan sepatu yg sebelah juga?”.
Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan, “Supaya siapapun yg menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya, itu sepatu baru dan bagus.
Jangan sampai sepatuku kehilangan pasangannya.
Sepatu adalah pasangan terbaik, coba perhatikan saja: • Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi.
• Saat dipakai berjalan gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama. Kiri-kanan ! kiri-kanan !
• Tak pernah menuntut untuk berganti posisi, namun saling melengkapi. Yang satu loncat, yang lain mengikuti.
• Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Satu naik tangga, pasangannya mengikuti.
• Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.

Si Anak muda masih penasaran. "Tapi bapak koq tidak kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yang tinggi?”.
Si Bapak tersenyum santai. “Ah, Anak muda ketahuilah, "HARTA Cuma TITIPAN. 
NYAWA Cuma PINJAMAN. 
Alloh bisa mengambilnya sewaktu-waktu.” Renungkanlah: 
Kehilangan tidak bisa pilih-pilih.
Bisa kehilangan SIAPA SAJA, APA SAJA dan KAPAN SAJA.
Musibah, rejeki dan Berbuat Salah itu pasti kita alami.
Syukurnya bagi orang beriman diberikan cara menghadapinya.
Dapat Musibah supaya bersabar...
Dapat rejeki supaya Bersyukur...

Apotek Islami

بسم الله الرحمن الرحيم

"Adakah tercantum nama anda di dalam daftar nama milik Allah ?"

Alkisah, seorang tukang besi bertanya kepada seorang Ustadz...

"Ustad..!
Kenapa ya..!
Saya merasa bosan dengan hidup saya yang begini2 aja..!.
Terus hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya..!
Bosan saya Ustadz..!
Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya ?".

Ustadz pun menjawab : "Oohh..! Mungkin saat ini Allah juga lagi bosan dengan tuan."

"Allah bosan dengan saya ?

Maksudnya bagaimana Ustadz?" Tanya si tukang besi kembali..

Ustad menjelaskan : "Mungkin Allah capek mencari tuan, tapi tuan tak pernah ditemukan

Dicari di antara kumpulan subuh, tuan tak ada.

Dicari di antara kumpulan Tahajjud juga tak ada.

Dicari di antara kumpulan Puasa Sunah juga tak ada.

Dicari di antara kumpulan sedekah, juga tak kelihatan.

Dicari di antara kumpulan Tadarus Qur'an, tuan juga tak ada di sana.

Popular Posts